BALIKPAPAN, Ayorakyat.com – Perkembangan artificial intelligence atau AI mulai mendapat perhatian kalangan pelaku usaha dan industri. Fenomena itu terlihat dalam kegiatan Balikpapan OpenClaw Meetup yang digelar di Kariangau Room, lantai 1 Novotel Balikpapan, Kamis (21 Mei 2026).
Kegiatan bertajuk OpenClaw Meetup Balikpapan by Fanani.co tersebut mempertemukan pelaku usaha, praktisi teknologi, komunitas digital, dan pegiat otomasi bisnis. Mereka membahas penerapan AI secara praktis untuk mendukung produktivitas sekaligus meningkatkan efisiensi kerja di berbagai sektor.
Peserta menyimak demonstrasi penggunaan OpenClaw dalam penerapan workflow automation dan AI agent. Foto: Dok. Panitia
Materi yang disampaikan juga menyoroti sejumlah tantangan yang sering dihadapi bisnis, seperti bottleneck operasional, produksi konten yang lambat, pekerjaan repetitif yang membebani tim, hingga kesulitan melakukan scale up. Dengan AI automation, berbagai proses tersebut dapat diubah menjadi workflow yang lebih efisien dan dapat berjalan secara konsisten.
OpenClaw diperkenalkan sebagai salah satu pendekatan otomasi modern yang memungkinkan pengguna membangun AI agent dengan kemampuan menjalankan instruksi, menyimpan konteks, terhubung dengan API, serta mengeksekusi alur kerja tertentu. Peserta juga mendapat gambaran mengenai desain AI agent yang meliputi prompt, memory, workflow, integrasi API, hingga output bisnis.
Selain membahas konsep, kegiatan ini juga menampilkan demonstrasi penggunaan OpenClaw secara langsung. Peserta diperlihatkan bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai pekerjaan digital, mulai dari pengelolaan konten, otomasi komunikasi, hingga integrasi dengan kanal operasional tertentu seperti grup percakapan dan sistem pendukung bisnis.
Forum tersebut juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur dalam penerapan AI automation. Mulai dari server atau VPS yang stabil, keamanan sistem, monitoring, hingga kesiapan teknologi dinilai menjadi faktor penting agar AI agent dapat berjalan secara andal dan berkelanjutan.
Penerapan AI automation untuk bisnis, menurut pemateri, tidak hanya bergantung pada kemampuan menyusun perintah atau workflow. Sistem yang aman dan siap digunakan dalam jangka panjang juga menjadi bagian penting agar otomasi dapat berjalan optimal dalam mendukung operasional bisnis.
Dalam kesempatan yang sama, Fanani.co/Radian Group turut memperkenalkan arah pengembangan bisnis sebagai engineering group yang diperkuat kapabilitas digital. Melalui penguatan solusi engineering dan otomasi industri, Fanani.co dan Radian Group memposisikan diri untuk menjembatani kebutuhan lapangan di sektor industri dengan teknologi digital seperti AI, IoT, monitoring, dan workflow automation.
Di sisi komunitas, GrowthCircle.id diperkenalkan sebagai Komunitas AI di Indonesia yang mendorong pembelajaran berkelanjutan mengenai AI, otomasi, dan pengembangan agentic AI. Komunitas ini menjadi ruang bagi pelaku bisnis, praktisi digital, dan pembelajar teknologi untuk berbagi pengalaman, blueprint, serta praktik implementasi AI dalam konteks nyata.
Ari Eko Prasethio menyampaikan materi mengenai GrowthCircle dan AI automation dalam Balikpapan OpenClaw Meetup di Novotel Balikpapan. Foto: Dok. Panitia
Balikpapan OpenClaw Meetup menunjukkan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya relevan bagi perusahaan teknologi, tetapi juga mulai diterapkan di berbagai sektor seperti industri, jasa, perdagangan, marketing, hingga operasional internal perusahaan. Teknologi AI dinilai dapat membantu berbagai kebutuhan, mulai dari pembuatan artikel, pengelolaan konten, social media management, integrasi aplikasi, hingga pembangunan sistem kerja yang lebih otomatis.
Melalui kegiatan ini, peserta didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami cara membangun, mengelola, dan mengembangkan workflow AI secara mandiri. Dengan pemahaman tersebut, pelaku usaha di Balikpapan dan Kalimantan Timur diharapkan lebih siap menghadapi perubahan pola kerja bisnis di era digital.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa ekosistem AI dan otomasi di Balikpapan mulai bergerak lebih aktif. Kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan perusahaan berbasis engineering dinilai dapat membuka peluang baru bagi percepatan transformasi digital di sektor bisnis maupun industri.